
Deskripsi:
Ketika kita memasuki masjid, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahiyyatal masjid sebagai bentuk penghormatan dan sambutan kepada rumah Allah. Namun, jika waktu shalat wajib sudah dekat, kita juga ingin melaksanakan shalat qabliyah untuk mendapatkan pahala dan persiapan sebelum shalat wajib.
Pertanyaan:
Bagaimana hukum menyatukan shalat sunnah qabliyah dengan shalat tahiyyatal masjid dengan satu niat?
Jawaban:
Boleh.
المراجع:
حاشيتا قليوبي وعميرة (١/ ٢٤٦)
(وَتَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ) لِدَاخِلِهِ عَلَى وُضُوءٍ (رَكْعَتَانِ) قَبْلَ الْجُلُوسِ لِحَدِيثِ الشَّيْخَيْنِ «إذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ» . قَالَ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ: فَإِنْ صَلَّى أَكْثَرَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ بِتَسْلِيمَةٍ وَاحِدَةٍ جَازَ وَكَانَتْ كُلُّهَا تَحِيَّةً لِاشْتِمَالِهَا عَلَى الرَّكْعَتَيْنِ. (وَتَحْصُلُ بِفَرْضٍ أَوْ نَفْلٍ آخَرَ) سَوَاءٌ نُوِيَتْ مَعَهُ أَمْ لَا لِأَنَّ الْمَقْصُودَ وُجُودُ صَلَاةٍ قَبْلَ الْجُلُوسِ، وَقَدْ وُجِدَتْ بِمَا ذُكِرَ، وَلَا يَضُرُّهُ نِيَّةُ التَّحِيَّةِ لِأَنَّهَا سُنَّةٌ غَيْرُ مَقْصُودَةٍ خِلَافَ نِيَّةِ فَرْضٍ وَسُنَّةٍ مَقْصُودَةٍ فَلَا تَصِحُّ. (لَا بِرَكْعَةٍ) أَيْ لَا تَحْصُلُ بِهَا التَّحِيَّةُ (عَلَى الصَّحِيحِ قُلْت:) كَمَا قَالَ الرَّافِعِيُّ فِي الشَّرْحِ. (وَكَذَا الْجِنَازَةُ وَسَجْدَةُ تِلَاوَةٍ وَ) سَجْدَةُ (شُكْرٍ) أَيْ لَا تَحْصُلُ.
Arti kata yang bergaris;
“Shalat tahiyyatal masjid bisa diperoleh (pahalanya) dengan shalat fardhu atau shalat sunnah yang lain, baik niatnya bersamaan ataupun tidak, karena tujuannya adalah adanya shalat sebelum duduk di masjid.”
Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa shalat tahiyyatal masjid dapat diperoleh pahalanya dengan melaksanakan shalat fardhu atau shalat sunnah lainnya, seperti shalat qabliyah, sebelum duduk di masjid.
Artinya, jika kita berniat melaksanakan shalat qabliyah dan sekaligus mendapatkan pahala tahiyyatal masjid, maka kita dapat memperoleh pahala keduanya dengan satu kali shalat.
Tidak harus ada niat khusus untuk tahiyyatal masjid, karena yang penting adalah kita melaksanakan shalat sebelum duduk di masjid. Dengan demikian, kita dapat memperoleh pahala tahiyyatal masjid secara otomatis, tanpa harus melakukan shalat tambahan.
Jadi, kita dapat melaksanakan shalat qabliyah dengan niat yang ikhlas dan mendapatkan pahala tahiyyatal masjid secara bersamaan, tanpa harus memikirkan niat khusus untuk tahiyyatal masjid. Wallahu a’lam

Leave a Reply