Di balik tabir realitas yang kita lihat sehari-hari, ada banyak hal yang tidak terlihat dan tidak diketahui oleh manusia. Pertanyaan tentang kemampuan manusia untuk mengetahui hal ghaib seringkali muncul, terutama ketika kita berhadapan dengan situasi yang tidak kita pahami sepenuhnya.

Pertanyaan:

Benarkah manusia bisa mengetahui hal ghaib, seperti mengetahui kelakuan seseorang yang tidak tampak kepada orang lain?

Jawaban: 

Bisa benar bagi orang mu’min tertentu dengan nur (cahaya) Allah Swt.

Referensi:

التيسير بشرح الجامع الصغير (1/ 31)

(اتَّقوا فراسة) بِفَتْح الْفَاء وتكسر (الْمُؤمن) أَي اطِّلَاعه على مَا فِي الضمائر بسواطع أنوار أشرقت على قلبه فتجلت لَهُ بهَا الْحَقَائِق (فَإِنَّهُ ينظر بِنور الله عز وَجل) أَي يبصر بِعَين قلبه الْمشرق بِنور الله تَعَالَى

Arti kata yang bergaris:

Takutlah kalian terhadap firasat orang mukmin. Artinya kemampuannya untuk mengetahui sesuatu yang tidak tampak melalui kilauan cahaya yang bersinar dalam hatinya, sehingga tampaklah kenyataan pada dirinya. Karena orang mukmin bisa melihat itu dengan nur (cahaya) Allah Swt.

فيض القدير (1/ 143)

فكانت الفراسة اختلاس العارف وذلك ضربان ضرب يحصل للإنسان عن خاطر لا يعرف سببه وهو ضرب من الإلهام بل من الوحي وهو الذي يسمى صاحبه المحدث كما في خبر: إن يكن في هذه الأمة محدث فهو عمر وقد تكون بإلهام حال اليقظة أو المنام والثاني يكون بصناعة متعلمة وهي معرفة ما في الألوان والأشكال وما بين الامزجة والأخلاق والأفعال الطبيعية ومن عرف ذلك وكان ذا فهم ثابت قوي على الفراسة

Arti kata yang bergaris:

Firasat itu ada 2 macam, yaitu

1. Firasat yang diperoleh dari pikiran (sesuatu yang timbul dalam hati), yang tidak diketahui sebabnya. Model ini boleh jadi timbul dari sebuah ilham atau bahkan sebuah wahyu.

2. Firasat yang diperoleh melalui proses belajar, yaitu mengetahui sesuatu dalam warna-warna, bentuk, antara beberapa karakteristik, budi pekerti, dan tingkah laku yang bersifat thabi’i (watak). Orang yang mengetahui hal tersebut hanyalah orang memiliki pemahaman yang mumpuni dan kuat atas firasatnya.

فيض القدير (1/ 143)

 قال بعضهم من غض بصره عن المحارم وكف نفسه عن الشهوات وعمر باطنه بالمراقبة وتعود أكل الحلال لم تخطئ فراسته

Arti kata yang bergaris:

Menurut ba’dhuhum: Barang siapa yang memejamkan matanya dari semua perkara haram, mencegah dirinya dari syahwat, batinnya (hati) dihuni oleh sifat muraqabah (pengawasan diri) dan membiasakan diri menkonsumsi makanan halal, maka firasatnya tidak akan salah.

تفسير القرطبي (10/ 43)

وَقَالَ ثَعْلَبُ: الْوَاسِمُ النَّاظِرُ إِلَيْكَ مِنْ فَرْقِكَ إِلَى قَدَمِكَ. وَأَصْلُ التَّوَسُّمِ التَّثَبُّتِ وَالتَّفَكُّرِ، مَأْخُوذٌ مِنَ الْوَسْمِ وَهُوَ التَّأْثِيرُ بحديدة في جلد البعير وغيره، وذاك يَكُونُ بِجَوْدَةِ الْقَرِيحَةِ وَحِدَّةِ الْخَاطِرِ وَصَفَاءِ الْفِكْرِ. زَادَ غَيْرُهُ: وَتَفْرِيغُ الْقَلْبِ مِنْ حَشْوِ الدُّنْيَا، وَتَطْهِيرُهُ مِنْ أَدْنَاسِ الْمَعَاصِي وَكُدُورَةِ الْأَخْلَاقِ وَفُضُولِ الدُّنْيَا. رَوَى نَهْشَلٌ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ” لِلْمُتَوَسِّمِينَ”

 

Arti kata yang bergaris:

Demikian itu bisa terjadi dengan adanya bakat tinggi, ketajaman ide dan kejernihan berfikir. Ulama lain menambahkan: Mengkosongkan hati dari hinanya dunia, dan mensucikannya dari kotoran-kotoran maksiat, kerisauan budi pekerti, dan kelebihan dunia.

Dengan demikian, firasat dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui hal ghaib, tetapi perlu diingat bahwa kemampuan ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang memiliki hubungan yang kuat dengan Allah Swt. dan memiliki sifat-sifat yang baik.

Kesimpulannya, manusia dapat mengetahui hal ghaib melalui firasat, yaitu kemampuan untuk mengetahui sesuatu yang tidak tampak melalui cahaya Ilahi atau melalui proses belajar dan pengalaman. Namun, untuk memiliki firasat yang kuat dan akurat, seseorang perlu memiliki sifat-sifat tertentu dan hubungan yang kuat dengan Allah Swt. Oleh karena itu, firasat dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui hal ghaib, tetapi perlu diimbangi dengan sifat-sifat yang baik dan kesadaran spiritual yang kuat.