
oleh: Nuris Soleha (Ikatan Mahasiswa Gedangan)
Abstrak
Manajemen pesantren merupakan bagian penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam agar kegiatan pembelajaran dan pembinaan santri dapat berjalan secara efektif dan efisien. Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan intelektual peserta didik. Dalam konteks modern, manajemen pesantren tidak hanya berorientasi pada pembelajaran agama, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sosial, dan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan dalam sistem pengelolaan pesantren. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), yaitu dengan menelaah berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan berperan dalam merumuskan visi dan misi pesantren, pengorganisasian membantu pembagian tugas dan tanggung jawab di antara pengasuh, ustaz, serta pengurus santri, sedangkan pengawasan menjadi proses kontrol dan evaluasi untuk menjaga mutu kegiatan pendidikan. Penerapan ketiga fungsi manajemen ini menjadikan pesantren mampu berkembang secara berkelanjutan dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman.
Kata Kunci: Manajemen, Pesantren, Perencanaan, Pengorganisasian, Pengawasan
PENDAHULUAN
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki akar sejarah panjang dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas umat Islam di Indonesia. Dalam perkembangannya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga lembaga pembinaan moral dan sosial bagi masyarakat. Keberhasilan pesantren dalam melaksanakan peran tersebut sangat dipengaruhi oleh sistem manajemen yang diterapkan di dalamnya.
Manajemen pesantren perlu dilakukan dengan pendekatan yang sistematis agar seluruh kegiatan pendidikan dapat diarahkan sesuai tujuan lembaga. Perencanaan yang matang, pengorganisasian yang jelas, serta pengawasan yang berkesinambungan merupakan kunci keberhasilan pengelolaan lembaga pendidikan Islam.
Oleh karena itu, pengkajian tentang penerapan fungsi-fungsi manajemen di pesantren menjadi penting untuk memastikan bahwa lembaga ini dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya sebagai pusat pembinaan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan diimplementasikan dalam sistem pendidikan pesantren serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas lembaga.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari literatur yang relevan seperti buku-buku manajemen pendidikan, jurnal ilmiah, artikel penelitian, serta dokumen yang membahas manajemen pesantren dan pendidikan Islam.
Tahapan penelitian meliputi:
- Pengumpulan data dengan cara menelusuri berbagai referensi yang berkaitan dengan topik penelitian.
- Reduksi data, yaitu memilah informasi penting mengenai konsep manajemen dan penerapannya di pesantren.
- Analisis deskriptif, yaitu menguraikan hasil temuan literatur dalam bentuk penjelasan yang sistematis, logis, dan mendalam. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menganalisis teori dan konsep tanpa melibatkan observasi langsung di lapangan.
HASIL PEMBAHASAN
Perencanaan dalam Manajemen Pesantren
1. Pengertian perencanaan menejemen pesantren
Perencanaan merupakan langkah awal dalam proses manajemen yang menentukan arah dan tujuan pesantren. Dalam konteks pesantren, perencanaan mencakup penetapan visi dan misi lembaga, penentuan kurikulum, serta strategi pembinaan santri. Perencanaan di pesantren dilakukan secara musyawarah antara pengasuh, ustaz, dan pengurus agar setiap kegiatan pendidikan memiliki tujuan yang jelas. Misalnya, dalam penyusunan program tahunan, pesantren menetapkan kegiatan seperti pembelajaran kitab kuning, tahfidzul qur’an, serta pelatihan keterampilan santri. [1] Semua itu dirancang agar mendukung pengembangan spiritual, intelektual, dan sosial santri. Perencanaan yang baik juga membantu pesantren menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, seperti integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran atau kerja sama dengan lembaga pendidikan lain untuk memperluas wawasan santri.[2]
2. Tujuan manajemen perencanaan pesantren
Tujuan manajemen perencanaan di lingkungan pesantren meliputi beberapa aspek di amtaranya yaitu:
- Untuk mengarahkan penyelenggaraan pendidikan agar selaras dengan visi dan misi pesantren.[3]
- Untuk keberlangsungan kegiatan pesantren seperti berdakwah dan pengabdian
- Untuk Meningkatkan lulusan yang kompeten
- Menyesuakan pemanfaatan sumber daya sarana parasana.
- Menghadapi perubahan sosial, budaya dan budaya. [4]
3. Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan di Pesantren
- Figur Kiai: Otoritas kiai sangat menentukan arah perencanaan.
- Budaya Pesantren: Nilai tradisional dapat memengaruhi dinamika perubahan.
- Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat: Mempengaruhi kemampuan pembiayaan dan kontribusi masyarakat.
- Perkembangan Teknologi dan Globalisasi: Membutuhkan menyesuaikan diri dalam kurikulum dan metode belajar.[5]
- Ketersediaan fasilitas bisa mendukung program pendidikan.
4. Manfaat manajemen perencanaan pesantren
- Meningkatkan efektivitas program pendidikan dan pembinaan
- Memperjelas prioritas pengembangan lembaga
- Memperkuat tata kelola dan pengambilan keputusan
- Meningkatkan daya saing pesantren dalam dunia pendidikan
B. Pengorganisasian dalam Manajemen Pesantren
Pengorganisasian merupakan proses mengatur sumber daya manusia dan sarana yang dimiliki pesantren agar dapat digunakan secara optimal. Dalam pesantren, struktur organisasi biasanya terdiri dari pengasuh, dewan ustaz, pengurus santri, dan bagian-bagian yang memiliki tugas khusus seperti administrasi, kebersihan, keamanan, serta pendidikan. Melalui pengorganisasian, pembagian kerja menjadi lebih jelas, wewenang dan tanggung jawab dapat ditentukan sesuai kemampuan masing-masing. Misalnya, ustaz bertugas mengajar dan membimbing santri dalam bidang keagamaan, sementara pengurus mengelola kegiatan harian seperti kebersihan, keuangan, dan ketertiban lingkungan. Pengorganisasian yang baik menciptakan koordinasi yang harmonis antar anggota pesantren. Hal ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih tugas, serta setiap elemen dapat saling mendukung dalam mencapai tujuan pendidikan Islam.
- Tujuan Pengorganisasian di Pesantren
Manajemen perorganisasian bertujuan untuk:
- Menyusun sistem kerja yang jelas, terarah, dan efektif.
- Menetapkan pembagian tugas dan wewenang sesuai kompetensi.
- Memudahkan proses evaluasi, pengawasan, dan pertanggung jawaban
- Mengoptimalkan sumber daya agar mampu mendukung pencapaian tujuan.
- Menciptakan mekanisme koordinasi antarunit pesantren.
2. Prosedur Manajemen Pengorganisasian di Pesantren[6]
- Menganalisis tujuan, program, pesantren untuk menentukan struktur yang dibutuhkan.
- Membangun jalur komunikasi formal dan informal untuk menjaga kelancaran kerja.[7]
- Melakukan pelatihan, pembinaan, dan peningkatan kualitas untuk penguatan kelembagaan.
- Menempatkan personel berdasarkan kompetensi.
3. Faktor yang Mempengaruhi Pengorganisasian di Pesantren
- Kharisma dan Otoritas Kiai[8]
- Jumlah dan kompetensi ustaz serta pengurus
- Jumlah Santri Semakin besar jumlah santri, semakin kompleks struktur organisasi.
- Lingkungan Sosial dan Ekonomi. Kondisi masyarakat sekitar serta kemampuan finansial turut berpengaruh.
4. Manfaat Manajemen Pengorganisasian
-
- Meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pendidikan dan pembinaan
- Menciptakan keteraturan dalam alur kerja
- Memudahkan koordinasi antarunit
- Membantu pengawasan dan evaluasi[9]
C. Pengawasan dalam Manajemen Pesantren
Fungsi pengawasan (controlling) berperan penting untuk memastikan semua kegiatan pesantren berjalan sesuai rencana. Pengawasan dilakukan oleh pengasuh dan dewan pengurus untuk memantau pelaksanaan pembelajaran, kedisiplinan santri, serta efektivitas kegiatan keagamaan. Dalam praktiknya, pengawasan dilakukan melalui evaluasi rutin, baik secara harian, mingguan, maupun bulanan. Evaluasi ini meliputi aspek akademik (seperti capaian belajar santri), aspek moral (sikap dan akhlak), serta aspek kegiatan sosial dan keagamaan. Jika ditemukan kendala, maka dilakukan tindakan korektif agar kegiatan pesantren dapat kembali sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan sistem pengawasan yang baik, pesantren mampu menjaga mutu pendidikan dan membentuk karakter santri sesuai nilai-nilai Islam.[10]
- Tujuan pengawasan manajemen pesantren :
-
- Menjamin kesesuaian dengan visi-misi pesantren
- Mencegah dan mengoreksi penyimpangan
- Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya pesantren
- Membantu pengambilan keputusan agar informasi hasil evaluasi menjadi dasar bagi pengelola dalam merumuskan kebijakan baru.
- Mengidentifikasi kesalahan dan penyimpangan
2. Bentuk Pengawasan di Pesantren[11]:
- Pengawasan Akademik (seperti menilai kehadiran siswa pengajar)
- Pengawasan Pembinaan (seperti mengawasi kedisiplinan siswa)
- Pengawasan Administratif (seperti mencatat administrasi spp siswa)
- Pengawasan Kesejahteraan (seperti menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan pesantren)
3. Pengawasan di pesantren umumnya dilakukan oleh:
- Kai sebagai pengarah utama
- Dewan pengasuh/ ustadz sebagai pembina
- Pengurus administrasi sebagai pengelola tata usaha dan fasilitas
4. Manfaat Pengawasan Manajemen Pesantren:
- Menjaga kelancaran aktivitas pendidikan dan pembinaan
- Memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel
- Mengurangi potensi penyimpangan administrasi
- Menghasilkan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren
KESIMPULAN
Manajemen pesantren merupakan faktor penting dalam menjamin keberhasilan lembaga pendidikan Islam. Ketiga fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan saling berhubungan dan menjadi dasar dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Perencanaan menetapkan arah dan strategi lembaga, pengorganisasian memastikan pelaksanaan yang teratur dan efisien, sementara pengawasan berfungsi sebagai alat evaluasi dan kontrol mutu. Dengan penerapan fungsi manajemen yang baik, pesantren dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang menjadi jati dirinnya.
Daftar Pustaka
[1] Hidayat, N. Penguatan Tata Kelola Pesantren dalam Menghadapi Globalisasi. (Jurnal Tarbawi,2020), hlm,77–92.
[2] Huda, A.Manajemen Pendidikan Islam di Era Modern. (Jakarta: Rajawali Pers. 2021)
[3] Arifin, Z. Manajemen Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara. 2013)
[4] Suharto, T. Dinamika Manajemen Pesantren di Era Disrupsi (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara,2020), hlm 33–50.
[5] Azra, A. Modernisasi Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. (Jurnal Pendidikan Islam, 2016), hlm,121–134.
[6] Bahri, S., & Zainuddin. Manajemen Pesantren dalam Perspektif Pendidikan Modern. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.2010)
[7] Nawawi, H. Administrasi Pendidikan. (Jakarta: Gunung Agung.2010)
[8] Fiddian, M. Pengelolaan Pesantren Modern. (Yogyakarta: Deepublish 2018.)
[9] Maksum. Madrasah dan Pesantren: Akar Sejarah dan Eksistensinya. (Jakarta: Logos Wacana Ilmu.2011)
[10] Hasibuan, M. S. P. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. (Bumi Aksara.2017)
[11] Siagian, S. P. Filsafat Administrasi. (Bumi Aksara.2008)

Leave a Reply